Kampar , Info Sumatra.Com– Sebuah unggahan di media sosial mendadak viral setelah seorang orang tua murid bernama Ibu Nurul memposting keluhan terkait paket Makanan Bergizi Guru (MBG) yang diterima anaknya di PAUD Melati Air Tiris. Sabtu (27/12/2025).
Dalam unggahannya, Nurul menjelaskan bahwa anaknya, Aira, seharusnya menerima paket MBG selama lima hari dengan anggaran Rp8.000 per hari, atau total Rp40.000. Informasi tersebut disebut telah disampaikan sebelumnya kepada orang tua murid.
Namun realita yang terjadi Aira hanya menerima tiga paket MBG dengan nilai yang diperkirakan sekitar Rp6.000 per paket. Jika ditotal, nilai paket yang diterima hanya sekitar Rp18.000—angka yang tentu jauh dari klaim anggaran awal.
Unggahan tersebut menuai perhatian luas dari warganet. Tak lama setelah postingan itu viral, Nurul mengaku menerima panggilan telepon dari salah seorang Anggota DPRD Kampar. Dalam keterangannya, Nurul menduga adanya ancaman yang disampaikan melalui percakapan telepon tersebut, meski tidak merinci secara detail isi ancaman yang dimaksud.
Belum cukup sampai di situ, Nurul kembali dikejutkan dengan pesan dari pemilik PAUD Melati Air Tiris. Bukannya diajak berdiskusi, Nurul justru diminta tidak lagi mengantarkan anaknya ke PAUD tersebut. Pesan itu berbunyi “Silahkan besok jangan antar anaknya lagi ke PAUD, istirahat saja dulu di rumah atau cari tempat lain atau MBG yang tidak sama”.
Hal ini memicu beragam reaksi dari masyarakat. Banyak pihak menilai bahwa keluhan orang tua murid seharusnya ditanggapi dengan klarifikasi terbuka, bukan dengan dugaan intimidasi ataupun pembatasan hak anak untuk mendapatkan pendidikan.
Sampai saat ini belum ada keterangan resmi dari pihak PAUD Melati Air Tiris maupun pihak terkait mengenai klarifikasi anggaran MBG dan dugaan ancaman terhadap Nurul.
Masyarakat juga masih menunggu satu hal yang paling sederhana namun tak kunjung hadir yakni penjelasan yang transparan. Sebab, dalam program bantuan, yang seharusnya dijaga bukan keheningan, melainkan kepercayaan.







