Gedung SMAN 2 Tambang
Tambang, Info Sumatra.Com- Polemik SPMB di SMAN 2 Tambang Menuai kecaman dari para orang tua siswa.
Hal itu dikarenakan sangat sulit nya mendapatkan informasi dari sekolah terkait sistem penerimaan siswa baru pada tahun 2026-2027.
Selain sulit mendapatkan informasi,juga di akui banyak pihak bahwa kepala sekolah Afrizal Kholis Spd Mpd ini juga sangat susah untuk berkomunikasi.
Salah seorang tokoh masyarakat Regi Kepada awak Media menjelaskan kalau kepsek ini sangat tertutup dan tidak mau berkomunikasi.
”Kita sudah melakukan berbagai cara untuk berkomunikasi akan tetapi kepala sekolah ini sangat tidak mau merespon”kesalnya
Di tambah kan Regi terkait SPMB sangat banyak masyarakat yang anaknya tidak di terima di sekolah SMAN 2 Tambang ini,oleh sebab itu seharusnya sebagai kepala sekolah harusnya memberi pengertian kepada masyarakat Tempatan yang sangat berharap anaknya bisa melanjutkan jenjang pendidikan nya.
”Sangat banyak masyarakat yang kecewa dengan SPMB tahun ini, khususnya SMAN 2 Tambang, Nampaknya banyak anak yang putus sekolah karena sulit nya berkomunikasi Dengan kepala sekolah dan informasi dari sekolah yang tertutup”tambah Regi.
Informasi yang di himpun bahwa sangat banyak orang tua siswa yang tidak mampu di tolak oleh sekolah ini, karena penyaringan demi penyaringan sehingga anak anak terancam putus sekolah.
Sebagai contoh dari 47 Siswa yang terdaftar dan pihak sekolah hanya menerima 25 anak,tentu saja banyak anak yang tidak bisa sekolah karena di tolak oleh sekolah.
Sementara itu Kadis Pendidikan Provinsi Riau Melalui Bidang pengaduan Magdalena Ketika di konfirmasi, Rabu 08/07/2026 mengatakan bahwa pihak sekolah sudah mendapat kuota,jadi sekolah itu tidak bisa menambah dan mengurangi kuota yang telah ditetapkan oleh LPMP.







